Senin, 08 Juli 2013

MAKALAH BAHASA INDONESIA TENTANG SASTRA

BAB II PEMBAHASAN A. SATRA LAMA Pengertian sastra lama/klasik Karya sastra yang ditulis dalam bahasa daerah, yang terdapat diseluruh wilayah Indonesia, termasuk bahasa melayu. Karya sastra yang berkembang sebelum pertemuan dan pengaruh kebudayaan barat. Ciri-ciri sastra lama • Bersifat anonim (tidak diketahui penulisnya) • Bersifat istana sentris (berpusat pada zaman kerajaan) • Disampaikan dari mulut ke telinga • Merupakan milik berssama bagi masyarakat • Tidak mencantumkan angka, tahun penulisan Perkembangan sastra lama Pada hakikatnya sastra lama berkaitan dengan waktu atau masyarakat pencipta teks sastra yang bersifat tradisional Dikaitkan pada masa, kualoitas karya dan keabadian dijadikan tolak ukur bagi karya sastra kelompok tertentu. Khasana sastra lama mengacu pada karya sastra yang berasal dari rakyat maupun istana, baik tradisilisan maupun tulis. Dalam khasanah perkembangan sastra jawa, pada umumnya karya sastra yang diarahkan pada Pujangga Surakarta dan Kartasura Periode sastra klasik/sastra lama Indonesia pra modern, ketika pengaruh barat intensif Jenis-jenis sastra lama berasal dari tradisi tulis tanpa menafikan kehadiran sastra lisan Teks sastra lama berkembang dalam tradisi naskah dengan bahasa atau tulisan lokal atau daerah( http://aamaliyahm.blogspot.com/2012/06/rangkuman-sastra-lama.html ) PUISI LAMA Puisi ini merupakan bentuk karya sastra yang terikat oleh jumlah bait, jumlah larik tiap bait, jumlah silaba tiap larik, dan rima. Mantra dan pantun adalah bentuk puisi lama asli Indonesia; sedangkan syair berasal dari Arab, dan gurindam berasal dari Tamil atau India. Syarat tersebut adalah: • Jumlah baris dalam dalam setiap bait. • Jumlah suku kata dalam setiap baris. • Sajak/Persamaan bunyi. (misalnya, syair: a-a-a-a pantun: a-b-a-b) • Hubungan baris-barisnya. (misalnya, sampiran dan isi) • Irama Yang termasuk puisi lama Mantra Merupakan salah satu bentuk puisi asli Indonesia terdiri atas beberapa bait dengan rangkaian kata yang benilai ritmis. Bahasa mantra dianggap mengandung kekuatan magis, oleh karenanya tidak semua orang dizinkan membacanya kecuali ahlinya, yaim pawang. Pasu jantan, pasu rencana Tutup pasu, penolak pasu Kau menantang pada aku Terjantang mataku Jantungku sudah kugantung Hati kau sudah kurantai Sipulut namanya usar Berderailah daun selasih Aku tutup hati yang besar Aku gantung lidah yang fasik Jantungku sudah kugantung Hatiku sudah kurantai Rantai Allah, rantai Muhammad Rantai Baginda Rasulallah Pantun Bentuk puisi asli Indonesia yang biasanya tiap bait terdiri atas empat baris yang dibagi atas dua baris pertama merupakan sampiran, dan dua baris berikutnya merupakan isi. Bersajak a b a b. Berburu ke padang datar mendapat rusa belang kaki Berguru kepalang ajar bagai bunga kembang tak jadi Karmina atau Pantun kilat (Pantun 2 larik; 1 sampiran dan 1 isi) Sudah gaharu cendana pula Sudah tahu bertanya pula Talibun (Parma 6 larik: 3 sampiran, 3 isi) Kalau anak pergi ke lepau Yu beli belanak beli Ikan panjang beli dahulu Kalau anak pergi merantau lbu cari sanakpun cari lnduksemang cari dahulu Seloka atau Pantun Berkait (Ada pertalian antarbait) Lurus jalan ke Payakumbuh Kayu jati bertimbal jalan Di mana hati tidak akan rusuh Ibu mati bapak berjalan Kayu jati bertimbal jalan turun angin patahlah dahan Ibu mati bapak berjalan kemana untung diserahkan Gurindam Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari Tamil (India). Tiap bait terdiri atas dua baris, berisi nasihat. Pengarang gurindam yang terkenal adalah Raja Ali Haji dengan karyanya yang berjudul Gurindam Dua Belas. Kurang pikir kurang siasat Tentu dirimu akan tersesat Barang siapa tinggalkan sembahyang Bagai rumah tiada bertiang Jika suami tak berhati lurus Istripun kelak memadi kurus Syair Merupakan puisi lama yang berasal dari Arab. Tiap bait terdiri atas empat baris. Tiap baris biasanya mempunyai delapan sampai dua belas silaba (suku kata). Isinya cerita dan rimanya adalah a a a a. Bulan purnama cahaya terang bintang seperti intan di karang Pungguk merawan seorang-orang Berahikan bulan di amah seberang Pungguk becinta pagi dan petang melihat bulan di pagar bintang Terselap merindu dendamnya datang dari saujana pungguk menentang. YANG DI NAMAKAN PROSA “Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru,Prosa Lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat,dan Prosa Baru adalah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun” PROSA LAMA Prosa lama cenderung bersifat imajinatif, istanasentris, didaktif, anonim, dan bentuk serta isinya statis, sedangkan prosa baru bersifar realistis (melukiskan kenyataan sehari-hari), dinamis atau mengalami perubahan terus-menerus sesuai dengan perubahan masa, dan tidak anonim. Ciri-ciri Prosa Lama: • Berisi hal-hal yang bersifat fantastis dan istana sentries • Karena dianggap sebagai hasil bersama, nama pengarangnya tisak di tulis (aronim) • Banyak menggunakan Bahasa Klise & bahasa yang digunakan adalah Bahasa Melayu • Cara bercerita: Yang termasuk prosa lama A. Dongeng yaitu bentuk prosa lama yang semata-mata berdasarkan khayal dan disampaikan secara lisan. Selanjutnya dongeng dibedakan lagi atas: 1. Fabel (dongeng tentang binatang) Contoh: Kancil Yang Cerdik Bayan Budiman 2. Legenda (dongeng yang isinya dikaitkan dengan keunikan atau keajaiban alam) Contoh: Asal-usul Kota Banyuwangi Sangkuriang 3. Sage (dongeng yang mengandung unsur-unsur sejarah) Contoh: Damarwulan Terjadinya Kota Majapahit 4. Mite (dongeng lentang dewan-dewa atau makhluk lain yang dianggap mempunyai sijat kedewaan, dan sakral) Contoh: Cerita Gerhana Nyi Loro Kidul Hikayat Sang Boma Odysee 5. Epos (Wiracarita/dongeng kepahlawanan) Contoh: Ramayana Mahabarata 6. Dongeng Jenaka (dongeng yang menceritakan kebodohan atau perilaku seseorang yang penuh kejenakaan atau lelucon) Contoh: Pak Pandir Pak Belalang Si Lebai Malang Abu Nawas B. Hikayat yaitu prosa lama yang isinya mengenai kejadian-kejadian di lingkungan istana, tentang keluarga raja. Contoh: Hikayat Hang Tuah Hikayat Si Miskin Hikayal Panca Tantra Hikayat Panji Semirang Hikayat Dalang Indra Kusuma Hikayat Amir Hamzah C. Silsilah atau tambo, yaitu semacam sejarah, tetapi isinya sudah bercampur dengan khayalan sehingga banyak cerita yang tidak tercerna oleh pikiran sehat. Contoh: Sejarah Melayu Hikayat Raja-raja Pasai Sejarah Melayu-Bugis B. SASTRA BARU Sastra baru atau sering disebut juga sastra modern adalah sastra yang muncul dan berkembang setelah masa sastra lama. Bisa dikatakan bahwa sastra modern dimulai ketika terjadi perubahan-perubahan yang cukup mendasar terhadap sifat dan ciri khas sastra yang digunakan masyarakat. Bisa dikatakan pula bahwa lahirnya sastra modern adalah ketika mulai terjadi perubahan penggunaan media yang digunakan yaitu dari media lisan yang bersifat kuno menjadi menggunakan media tulisan yang lebih modern. ciri-ciri sastra modern: • Tidak terikat oleh adat istiadat atau lebih fleksibel • Berhubungan dengan kondisi sosial masyarakat • Mencerminkan kepribadian penerbitnya • Mencantumkan nama pengarangnya. • Tidak rerikat dengan kaidah baku dan menggunakan bahasa yang lebih bebas. PUISI BARU Bentuk puisi ini berbait dan berirama tetapi tidak terikat oleh jumlah bait, jumlah baris, jumlah silaba dan rima. Puisi baru lebih mementingkan isi daripada irama. Berdasarkan isinya, puisi baru dibedakan atas balada, elegi, romans, ode, himne, epigram, dan satire. Yang termasuk puisi baru Balada  bentuk puisi baru yang isinya berupa cerita dan kisah perjalanan hidup seseorang. Elegi  bentuk puisi baru yang berisi kesedihan, suara sukma yang meratap, batin yang mengeluh, serta tangisan hati. Romansa  bentuk puisi baru yang isinya merupakan luapan perasaan kasih sayang, cinta terhadap sesama. Ode  bentuk puisi baru yang isinya berupa sanjungan kepada pahlawan. Bentuk puisi ini juga dikatakan puisi kepahlawanan. Himne  bentuk puisi baru yang isinya berupa sanjungan terhadap Tuhan. Contoh himne: Bahkan batu-batu yang keras dan bisu Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri Menggeliat derita pada lekuk dan liku bawah sayatan khianat dan dusta. Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu menitikkan darah dari tangan dan kaki dari mahkota duri dan membulan paku Yang dikarati oleh dosa manusia. Tanpa luka-luka yang lebar terbuka dunia kehilangan sumber kasih Besarlah mereka yang dalam nestapa mengenal-Mu tersalib di datam hati. (Saini S.K) Epigram  bentuk puisi baru yang isinya mengandung semangat yang ditujukan kepada generasi muda. Contoh epigram: Hari ini tak ada tempat berdiri Sikap lamban berarti mati Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas. (Iqbal) Satire  Bentuk puisi baru yang berisi sindiran. Contoh satire: Aku bertanya tetapi pertanyaan-pertanyaanku membentur jidad penyair-penyair salon, yang bersajak tentang anggur dan rembulan, sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya, dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan, termangu-mangu dl kaki dewi kesenian. (Rendra) Berdasarkan jumlah lariknya, puisi baru dibedakan atas: • distikon (2 larik), • terzina (3 larik), • kuatrin (4 larik), • selestet atau dobel terzina (6 larik), • septima (7 larik), • oktaf (8 larik), dan • soneta (14 larik). PROSA BARU Yang tergolong prosa baru adalah roman, novel, cerpen, biografi, drama, kritik, dan esai. Roman  Bentuk prosa baru yang mengisahkan kehidupan pelaku utamanya dengan segala suka dukanya. Dalam roman, pelaku utamanya sering diceritakan mulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa atau meninggal dunia. Berdasarkan kandungan isinya, roman dibedakan atas beberapa macam, antara lain sebagai berikut: 1. Roman bertendens, yang di dalamnya terselip maksud tertentu, atau yang mengandung pandangan hidup yang dapat dipetik oleh pembaca untuk kebaikan. Contoh: Layar Terkembang oleh : Sutan Takdir Alisyahbana. Salah Asuhan oleh: Abdul Muis. Darah Muda oleh: Adinegoro. 2. Roman sosial, memberikan gambaran tentang keadaan masyarakat. Biasanya yang dilukiskan mengenai keburukan-keburukan masyarakat yang bersangkutan. Contoh: Sengsara Membawa Nikmat oleh: Tulis St. Sati. Neraka Dunia oleh: Adinegoro. 3. Roman sejarah, yaitu roman yang isinya dijalin berdasarkan fakta historis, peristiwa-peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dalam sejarah. Contoh: Hulubalang Raja oleh: Nur St. Iskandar. Tambera oleh: Utuy Tatang Sontani. Surapati oleh: Abdul Muis. 4. Roman psikologis, yaitu roman yang lebih menekankan gambaran kejiwaan yang mendasari segala tindak dan perilaku tokoh utamanya. Contoh: Atheis oleh: Achdiat Kartamiharja. Katak Hendak Menjadi Lembu oleh: Nur St. Iskandar. Belenggu oleh: Armijn Pane. 5. Roman detektif, yang isinya berkaitan dengan kriminalitas. Dalam roman ini yang sering menjadi pelaku utamanya seorang agen polisi yang tugasnya membongkar berbagai kasus kejahatan. Contoh: Mencari Pencuri Anak Perawan oleh: Suman HS. Percobaan Seria oleh: Suman HS. Kasih Tak Terlerai oleh: Suman HS. Novel  Berasal dari Italia yaitu novella 'berita' . Bentuk prosa baru yang melukiskan sebagian kehidupan pelaku utamanya yang terpenting, paling menarik, dan yang mengandung konflik. Konflik atau pergulatan jiwa tersebut mengakibatkan perobahan nasib pelaku. lika roman condong pada idealisme, novel pada realisme. Biasanya novel lebih pendek daripada roman dan lebih panjang dari cerpen. Contoh: Ave Maria oleh: Idrus Keluarga Gerilya oleh: Pramoedya Ananta Toer. Perburuan oleh: Pramoedya Ananta Toer. Ziarah oleh: Iwan Simatupang. Surabaya oleh: Idrus Cerpen  Cerpen Bentuk prosa baru yang menceritakam sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflik atau pertikaian, akan telapi hat itu tidak menyebabkan perubahannasib pelakunya. Contoh: Radio Masyarakat oleh : Rosihan anwar Bola Lampu oleh : Asrul Sani Teman Duduk oleh : Moh. Kosim Wajah yang Bembah oleh : Trisno Sumarjo Robohnya Surau Kami oleh : A.A. Navis Biografi  Bentuk prosa yang menceritakan riwayat hidup seseorang. Biografi yang menceritakan kehidupan pengarangnya sendiri disebut autobiografi. Contoh: Hikayat Abdullah oleh: Abdullah bin Abdul kadir Munsi. Pengalaman Masa Kecil oleh: Nur St Iskandar. Drama  (Yunani: drama 'Tindakan, perbuatan'); karya sastra yang ditulis untuk dipanggungkan, dan bercorak dramatik. Sebuah drama terbagi atas beberapa bagian yang disebut babak dan babak dibagi atas beberapa adegan.Diawali oleh prolog, yaitu kata pendahuluan yang menarik perhatian penonton ke dalam suasana yang dikehendaki, dan diakhiri oleh epilog, yakni kata-kata yang mengandung iktisarseluruh cerita. Sedang percakapan antara dua pelaku disebut dialog. Contoh: Nyai Dasimah oleh: Rustandi Bebasari oleh: Rustam Effendi Kertajaya oleh: Sanusi Pane Lukisan Masa oleh: Armijn Pane Manusia Baru oleh: Sanusi Pane Sandyangkalaning Majapahit oleh Sanusi Pane Ken Arok Ken Dedes oleh: Mohamad Yamin Sedih dan Gembira oleh:Usmar Ismail Taufan Atas Asia oleh: El Hakim Bulan Bujur Sangkar oleh: Iwan Simatupang BAB III PENUTUP 1. KESIMPULAN Karya sastra yang ditulis dalam bahasa daerah, yang terdapat diseluruh wilayah Indonesia, termasuk bahasa melayu. Karya sastra yang berkembang sebelum pertemuan dan pengaruh kebudayaan barat. Ciri-ciri sastra lama • Bersifat anonim (tidak diketahui penulisnya) • Bersifat istana sentris (berpusat pada zaman kerajaan) • Disampaikan dari mulut ke telinga • Merupakan milik berssama bagi masyarakat • Tidak mencanyumkan angka, tahun penulisan • Sastra baru atau sering disebut juga sastra modern adalah sastra yang muncul dan berkembang setelah masa sastra lama. Bisa dikatakan bahwa sastra modern dimulai ketika terjadi perubahan-perubahan yang cukup mendasar terhadap sifat dan ciri khas sastra yang digunakan masyarakat. Bisa dikatakan pula bahwa lahirnya sastra modern adalah ketika mulai terjadi perubahan penggunaan media yang digunakan yaitu dari media lisan yang bersifat kuno menjadi menggunakan media tulisan yang lebih modern. ciri-ciri sastra modern: • Tidak tetikat oleh adat istiadat atau lebih fleksibel • Berhubungan dengan kondisi sosial masyarakat • Mencerminkan kepribadian penerbitnya • Mencantumkan nama pengarangnya. • Tidak rerikat dengan kaidah baku dan menggunakan bahasa yang lebih bebas. 2. SARAN Perlu di ketahui bahwa sastra merupakan karya-karya atau kegiatan seni yang berhubungan dengan ekspresi dan penciptaan maka dari itu penulis menyarankan agar berkreatiflah dalam membuat karya sastra dan apabila ada kesalhan atu kekeliruan dari makalh ini kami memohon komintar dari pembaca   Daftar pustaka 1. Hendy, Zaidan. 1991. Pelajaran Sastra 1. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia. 2. Hendy, Zaidan. 1991. Pelajaran Sastra 1. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia. 3. (http://agepe-lesson.blogspot.com) 4. (http://topengtopeng.blogspot.com).